Mengartikan Tujuan Hidup


What the purpose of human life is? Kita hidup untuk apa? Inilah pertanyaan yang senantiasa menggelayuti setiap manusia. Mempertanyakan tujuan hidup dan bagaimana memaknainya.
 
Tujuan hidup adalah hal yang dianggap penting oleh seseorang, dirasakan berharga, diyakini sebagai sesuatu yang sangat besar, dan dapat memberikan nilai khusus bagi dirinya. Oleh karena itu, tujuan hidup juga dapat diartikan sebagai makna hidup dan menjadi teramat penting bagi manusia untuk mencapai hakikat kemanusiannya (insan kamil).
 
Al-Quran secara gamblang menyampaikan bahwa Allah menciptakan manusia untuk satu tujuan, yaitu menyembah-Nya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku." (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)
 
Penyembahan (abdi) disini dimaksudkan tak hanya melaksanakan ibadah secara formal (ritual), tetapi juga termasuk bekerja, menghasilkan, membuat perubahan serta meningkatkan taraf kehidupan supaya dapat mematuhi-Nya. Beribadah kepada Allah SWT dengan memakmurkan bumi (menjadi khalifah). (QS Hud [11]: 61)
 
Quraish Shihab di salah satu tulisannya mengatakan bahwa, “Tugas kekhalifahan yang disandang manusia pada prinsipnya adalah memelihara dan mengantar semua ciptaan Tuhan menuju tujuan penciptaannya.” Allah menciptakan manusia sebagai khalifah agar dunia ini menjadi tempat yang lebih baik sebagai tempat tinggal.
 
Untuk itu, tujuan manusia hidup adalah mencari pahala dari amalan saleh yang kita lakukan. Bekal menjalani hidup di akhirat nanti, caranya dengan mengabdi kepada Allah sembari menjadi khalifah-Nya. Ini adalah tujuan besar dan utama dari esensi penciptaan manusia. Hakikat manusia hidup di dunia. Dengan memahaminya, kita dapat menghayati alasan atau jawaban bahwa segala sesuatu yang ada dan terjadi di dunia ini pasti memiliki maksud tertentu.
 
Lalu, bagaimana dengan tujuan turunan atau tujuan yang secara konkret dialami dan dikerjakan oleh manusia sebagai individu di kehidupan sehari-harinya?
 
Memetakan Tujuan Hidup
Bagaimana dengan tujuan hidup bagi manusia saat ini (modern)? Dari beberapa literatur, dapat disebutkan beberapa tujuan hidup manusia di dunia, yaitu:
 
- Kebebasan finansial (uang)
- Kebebasan waktu
- Penghargaan (atas diri, kehidupan, dan perjuangan)
- Membantu mensukseskan orang lain lebih banyak
- Pengembangan diri
- Meningkatkan kualitas hidup
- Menjadi orangtua terbaik untuk anaknya
Freedom of mind (kebebasan berpikir)
- Menikmati hidup
- Mempunyai lingkungan positif dan saling memajukan, dan lain-lain
 
Tentunya masih banyak lagi tujuan hidup yang bisa disebutkan. Semakin kenal seseorang akan dirinya sendiri, impian dan potensi-potensi yang dimiliki, semakin jelas dan spesifik tujuan hidup yang ingin dicapainya.
 
Marwah Daud Ibrahim (Mengelola hidup dan Merencanakan Masa Depan, 2004) menyatakan bahwa keterampilan mengenali impian dan kemampuan diri (potensi), menjadi penting ketika seseorang ingin merealisasikan tujuan hidupnya. Marwah mengartikannya dengan kemampuan seseorang untuk membuat peta hidup. Yaitu memiliki perencanaan matang dan berjangka panjang akan tujuan yang hendak dicapai. Peta hidup ini haruslah disertai ketekunan dan keuletan, yang kemudian diselaraskan dengan niat menjalankan esensi penciptaan manusia, sebagai abdi dan khalifah.
 
Semakin banyak kita merenung maka semakin banyak pula jawaban yang akan didapatkan. Kita pun semakin mantap dengan hakikat hidup di dunia. Kita semakin menyadari bahwa hidup ini sungguh indah. Sebagaimana Allah menciptakan kehidupan ini pun secara indah. Betapa luar biasanya kekuatan yang dimiliki-Nya karena telah mengatur segala sesuatu tepat pada tempatnya, tepat pada porsinya, tepat pada saatnya, tepat pada peruntukannya, dan tepat pada sasarannya.


Jika engkau beramal untuk dunia maka engkau akan mendapatkan dunia, tetapi jika engkau beramal untuk akhirat maka engkau akan mendapatkan dunia dan juga akhirat.” (sabda Rasulullah saw) (Suhendri Cahya Purnama)

https://dpu-daaruttauhiid.org/web/article/detail/Mengartikan-Tujuan-Hidup