Saudaraku, di manakah sumber kekayaan dan kebahagiaan? Apakah di pekerjaan, bisnis, warisan, perusahaan, investasi, tabungan .... ataukah di mana? Kalau saja sumber kekayaan dan kebahagiaan ada pada hal-hal tersebut, tidak semua orang bisa memilikinya.
Lalu, di manakah sumber kekayaan dan kebahagiaan yang hakiki? Jawabnya adalah ”hati”. Ya ... di hati. Di sanalah kita bisa mendapatkan limpahan kekayaan dan kebahagiaan yang tiada ternilai harganya. Lalu mengapa ada orang yang merasa miskin dan tidak bahagia padahal hartanya banyak, popular, atau tinggi jabatannya?
Ada sebuah jawaban yang sangat bagus dari seorang ulama. Beliau mengatakan bahwa ”manusia itu sudah kaya sejak awal kehidupannya. Namun, ada yang memiskinkan hatinya dengan mengeluhkan apa yang sudah ada padanya. Dia pun kemudian mengejar sesuatu yang justru akan mencelakakannya.”
Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Umar bin Khathab ra. Beliau mengatakan, ”Tamak adalah kefakiran sedangkan qana’ah (merasa cukup dengan yang ada) adalah kekayaan. Jika manusia merasa cukup terhadap sesuatu (dari karunia Allah), niscaya dia akan merasakan kaya (di dalam hatinya).”
https://www.facebook.com/tehninihmutmainnah

Posting Komentar